Daisypath Happy Birthday tickers

I made this widget at MyFlashFetish.com.

Saturday, March 19, 2011

puteriku sayang..

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya...Akan sering merasa rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH? Mungkin kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu? Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu bilang : "Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya", itu kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka....
Tapi sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamumengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI mampu melakukannya.

Pada saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di beritahu! kamu jangan minum air sejuk!".Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah, saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..

Ketika kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasaberharga..Setelah itu kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang berbual berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut - larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti ayah akan segera datang? "Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi meninggalkannya"

Setelah lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT....kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Ayah adalah : "Tidak.... Tidak boleh!" Padahal dalam batin Ayah, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti ayah belikan untukmu".Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "puteri kecilnya yangtidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu.....Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya....Saat ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian ayah berdoa....Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita solehah yang cantik....Bahagiakanlah dia bersama suaminya...rahmatilah kehidupan mereka Ya Allah"

Setelah itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....Ayah telah menyelesaikan tugasnya....Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU MAMPU" dalam segala hal..


Ana mendapatkan notes ini dari seorang sahabat, dan mungkin ada baiknya jika ana berkongsinya kepada sahabat-sahabat ana yang lain.Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Ayah / Bapak / Papi kita...tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya.wallahu a'alam

Wednesday, February 23, 2011

Titipan Buat Wanita


"Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki."
alt
Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.
Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.
Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.
Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.
Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.
Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.
Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.
Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..

Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.

Tuesday, February 15, 2011

sesuci kasih seorang isteri

(WAJIB BACA) 14 FEBRUARI? SAMBUT VALENTINE ? SESUCI KASIH SEORANG ISTERI - Dzie Tyea - Ada jawapan dan mesej untuk peminat novel..

Dahulu aku pernah juga bercinta dengan beberapa orang teman seuniversiti tetapi ketika itu aku hanya memikirkan soal seronok. Keluar berdua dan ada orang yang akan menelefon saban malam sebelum tifur. Juga menyambut hari kekasih dengan bertuakr-tukar hadiah dengan si dia yang kini membuat aku termalu dendiri apabila mendengar bicara Alishah, 14 februari lepas

"Isha sayangkan abang walaupun apa pun yang jadi.. tapi janganlah sebab abang nak tunjuk sayang abang tu, abang korbankan maruah agama kita. Valentine's Day bukan hari kita. Cukup dah macam-macam perayaan yang ada dalam islam.

Dialog novel ini dan dengan mesej yang jelas tentang sambutan Valentine cuba diterapkan dan disampaikan oleh penulis. Jelas sekali mesej yang ingin di sampaikan. Dapatkan novel SESUCI KASIH SEORANG ISTERI sekarang kerana banyak mesej-mesej yang menarik dan novel ini sememangnya menarik.


------------------------

SINOPSIS

Matanya yang galak itu ku renung. Indahnya ciptaan Tuhan yang satu ini. Pasti aku akan merinduinya di sana nanti. Sungguh aneh ikatan perasaan kami. Tidak pernah bercinta, tetapi dengan mudahnya saling menyayangi.

Dia bukan lelaki yang terbaik, dia sendiri mengakuinya namun entah mengapa Dia Yang Maha Kuasa sudi juga menganugerahkannya isteri semulia dan sesempurna Alishah. Sungguh dia bahagia didampingi bidadari dunia itu. Cintanya mendalam bersama janji setia hanya mahu bersama si dia hingga hujung nyawa namun takdir Tuhan siapalah yang tahu. Cintanya diuji dengan kehadiran insan ketiga yang langsung tidak pernah mendapat cintanya. Ya Allah Ya Rabb, dugaan apakah ini?

Isha,
Walau apa pun yang terjadi, cinta abang hanya untuk sayang. Ampunkan abang kerana menduakanmu. Sesungguhnya manusia cuma mampu merancang, Dia jualah menentukan segalanya.

Sofea,
Hadirmu bukan pintaku. Tolonglah, jelaskanlah segalanya padaku, mengapa kau sanggup memburu cintaku walau kita tidak pernah saling mengenal. Siapa aku sebenarnya padamu?

---------------------------------

Penulis : Dzie Tyea
Penerbit : Kaki Novel
Sem. Malaysia: RM19
Sabah / Sarawak: RM22

Sunday, February 13, 2011

Hukum Puasa pada 12 Rabi'ul Awwal

Soalan:
Apakah hari yang kita (disunatkan) puasa bersempena dengan maulud Nabi saw, jika hari itu bersamaan dengan hari Jumaat, apakah kita boleh berpuasa?
Jawapan:

Puasa sunat digalakkan dan tidak dikhususkan pada masa atau di tempat tertentu, selamamana tidak dilakukan pada hari yang diharamkan berpuasa seperti pada 2 hari raya, hari-hari Tasri’, hari Syak (berdasarkan perbezaan pendapat ulama tentangnya), dan yang dimakruhkan berpuasa seperti menunggalkan puasa pada hari jumaat dan sabtu.

Manakala hari yang digalakkan puasa ialah seperti hari-hari dalam bulan al-Muharram, dan dalam bulan-bulan yang haram, hari ‘Arafah, ‘Asyura, hari Isnin dan Khamis, tiga hari putih dalam setiap bulan iaitu 13, 14 dan 15 haribulan, 6 hari dalam bulan Syawal, kebanyakan hari dalam bulan Syaban seperti yang dilakukan oleh Nabi saw.

Akan tetapi tidak ada pada hari-hari yang disunatkan puasa ini, hari (yang dianggap) kelahiran Nabi saw yang telah menjadi kebiasaan manusia menyambutnya pada 12 Rabiulawwal, padanya tidak disunatkan puasa, ini disebabkan dua perkara:

1. Hari 12 Rabiulawwal itu tidak disepakati yang ianya adalah hari kelahiran Nabi saw. Kerana ada juga yang berpendapat baginda dilahirkan pada hari ke-9 bulan Rabiulawwal, ada juga yang berpendapat selainnya.

2. (Jika ia pada hari jumaat) Ia jatuh pada hari yang dimakruhkan menunggalkannya dengan berpuasa iaitulah hari Jumaat. Sahih di dalam al-Bukhari dan Muslim, adanya larangan melakukannya berdasarkan sabda Nabi saw: “Jangan seseorang kamu berpuasa pada hari Jumaat melainkan dia berpuasa sehari sebelum atau selepasnya juga.”

Kesimpulan: Hari 12 Rabiulawwal tidak ada padanya satu ibadah khusus bersempena dengan kelahiran Nabi saw, puasa pada hari ini tidak sebarang kelebihan yang lain berbanding puasa pada hari yang lain. Asas ibadah adalah mengikut Nabi saw, mencintai Nabi saw adalah dengan mengikut apa yang baginda datangkan seperti hadith yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim: “Sesiapa yang membenci sunnah ku, maka dia bukan daripada ku.” Juga hadith yang diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanad yang Hasan: “Sesiapa yang mencintaiku, maka hendaklah dia bersunnah dengan sunnahku.”

Wallahu a’lam.

Thursday, February 10, 2011

PINANGLAH DAKU KERANA DAKWAH!


Perkahwinan Atau Baitul Muslim (BM) merupakan satu urusan besar.
Saya katakan, ianya URUSAN AMAT BESAR.
Saya tanya pada kamu, susah tak nak bina individu muslim?
Susahkan....?
Apatah lagi sebuah baitul dakwah (rumah dakwah). Ianya bukan sekadar sebuah akad nikah. Ianya adalah satu wasilah untuk urusan lebih besar dari itu. maka bersedialah dan berfikirlah sewajarnya akan hal ini. Berbicara tentang perkara ini amat berbeza sekali fenomenanya dikalangan ikhwah dan akhawat sendiri.
Berbual dengan suami saya sendiri mengenalkan saya akan kepelbagaian sikap-sikap ikhwah (rakan-rakan seperjuangan) mahupun saya sendiri mengenali banyak kisah-kisah akhawat yang ada.
Lain orang, lain ragam dan ceritanya.
Sebelum melangkah, mengambil keputusan dan memasang niat, jadilah perjalanan antum menuju anak tangga seterusnya, perjalanan yang terbaik sekali dari awal, sehinggalah pengakhirnya.
Di situ ada barakah, di situ ada kemanisan, di situ ada sebuah cerita yang layak diabadikan untuk dijadikan contoh buat anak-anak kita nanti. Kisah kita takkan sama dengan kisah ibu bapa kita dahulu.
Dakwah di zaman ini berbeza. Sikapnya pun berbeza. Maka penjagaannya begitu juga.
Sikap ikwah dalam menjaga ikhtilat (perhubungan lelaki dan perempuan) ini berbeza sekali. Ada yang sangat menjaga hingga tak memandang perempuan pun (ehem ehem), sehinggalah yang suka memandang akhawat untuk mencari calon pasangannya. Ada yang mahu menunggu hingga umur 30 tahun, mencukupkan keperluan serba serbi barulah nak dibina mahligai rumah tangga ini. Ada yang sedari belasan tahun sudah decide untuk bertunang demi berumah tangga.
Begitu juga naluri seorang akhawat berbeza sekali. Ada juga yang dah bersedia awal. Ada yang belum lagi. Dan saya nampak indahnya ikhwah akhawat ini kerana mereka tak memilih couple sebagai jalan penyelesaian dalam menyelamatkan perasaan. Mereka tetap memilih akad demi menyelamatkan perasaan mereka.
Banyak orang banyak kisahnya. Banyak contoh boleh didapati. Ada yang memberi contoh terbaik. Ada yang amat menjaga segala proses BMnya sehingga semua terkejut saat dia mengumumkan tarikh pernikahannya. Ada juga  yang sedikit longgar dalam urusan BMnya. Contact tanpa orang tengah dan sebagainya. Antum lihat, dan tanyalah hati antum apa yang terbaik mahu antum ikuti.
Kerana antum akan menjadi contoh pada anak binaan antum dan anak-anak antum sendiri. Jika antum  sendiri longgar, maka longgarlah anak binaan antum. Begitu juga anak-anak antum. Namun jika kita benar menjaga langkah-langkah kita semenjak awal, hingga akhirnya, itu akan menjadi contoh pada anak binaan kita.
Bukan itu sahaja, bagaimana penjagaan hati anda dengan Allah? Takkah anda malu cintamu pada Allah telah tercemar? Sebab ada juga yang bertunang lama, dan akhirnya membuka ruang untuk diri mereka bercouple tanpa disedari, bercinta tanpa sah. Ini adalah suatu virus yang akan melemahkan jiwa seorang akhi dan juga ukhti.
Melamar secara direct
Ada juga akhwat yang melamar ikhwah secara direct. Walaupun paling ramainya adalah ikhwah sendiri. Ada yang secara sms mahupun email.  Saya tersenyum terkadang menerima berita ini. Dan terkadang saya berfikir, takkan naqib ikhwah tersebut ataupun ikhwah lain tak memberikan contoh kepada ikhwah tersebut bahawa; sebelum melamar, rujuk dahulu naqibah akhawat tersebut.
Itu lebih gentleman, dan sejahtera untuk hati ikhwah dan akhawat tersebut.
Akhwat rasa sangat offended bila ikhwah melamar tanpa adanya kehadiran orang tengah. Walau beremel, biarlah ada orang tengah. Jika bersms, biarlah ada orang tengah mengetahuinya.
Suka itu penting dalam berbaitul Muslim, walaupun itu bukan satu syarat kerana perasaan itu boleh dibina. Ada yang dah berkenalan terlebih dahulu, ada mengenali lewat program ataupun emel.
Namun untuk memilih calon isteri itu, bukanlah memberi ruang untuk mata kita meliar mencari siapakah calon isteri kita.
Kerana kita berkahwin sendiri untuk menjaga hati kita. Agak ironi dan pelik, jika sebelum kahwin sendiri kita sudah tidak menjaga hati kita dan membenarkan syaitan-syaitan memasuki ruang hati kita.
Kerana itu, walaupun tidaklah semua cerita Baitul Muslim ini indah, namun pada kebanyakannya, jika proses itu dimulakan dengan perbincangan bersama nuqaba, outcomenya pasti indah samada positif mahupun negatif.
Kebanyakan akhwat yang merujuk saya apabila ada ikhwah melamar secara direct, outcomenya pasti sedikit mengecewakan ikhwah tersebut. Samada ditolak bulat-bulat, mahupun akan berlaku masalah di perjalanan.
Indahnya apabila dakwah menjadi sandaran kita.
Ada kata-kata dikalangan ikhwah yang mengatakan bahawa, kalau  kahwin dengan akhawat ini, confirm settle agama. So, sekarang kita kena carilah yang comel dan cantik pula.
Saya tergelak juga menerima kenyataan ini, sebab memang sisters sendiri beranggapan begitu. Ada kata-kata mengatakan:
' asalkan ikhwah sudah! tak kisahlah siapa pun dia!!'
Niat untuk kahwin sesama ikhwah akhawat itu sangat bagus. Dan itulah yang lebih utama. Tapi berkahwin ini melibatkan dua pasangan yang ada hati dan perasaan . Bukan nak kahwin dengan benda. Di situ ada nilai-nilai manusiawi. Manusia ada kelemahan - kelemahannya. Tak semua akhwat sama level dalam tarbiyah dan dakwah. Ada yang tak cukup muwasafatnya lagi. Ada yang lebih utama untuk dikahwini lebih dahulu berbanding lain.
Jika kamu letakkan dahulu citarasa diri kamu berbanding dakwah, adakah kamu ini wajar digelar rijal dakwah? Allah akan beri kamu yang terbaik. Jika kamu memilih pasangan kamu kerana Dia.
Sebab itulah nuqaba perlu disantuni dahulu. Ada yang bermasalah dengan nuqaba, maka santunilah orang tengah yang lebih ditsiqahi. Di situ orang tengah akan suba sedaya upaya menjaga ego seorang lelaki mahupun seganya seorang perempuan dalam proses ini. Pengenalan dalam pertunangan berlaku di bwah pandangan mata Allah, bukannya syahwat. Dan insyaallah kamu akan dikurniakan orang yang terbaik buatmu.
Saya tak tahu berapa ramai ikhwah yang baca artikel ini, namun ingin saya katakan pada mereka, pinanglah akhawat (rakan perempuan) kerana dakwah.
Jangan kaburinya dengan perasaan suka mahupun cinta pada sebuah keindahan wanita. Maknanya terkadang terkaburnya niat kita itu menjadikan istikharah kita tak menentu, mahupun kita tergopoh gapah dalam bertindak. Bila kita berkahwin kerana Allah, kita akan menjaga setiap langkah-langkah kita dalam berBM ini termasuk tempoh pertunangan itu sendiri yang banyak mengundang fitnah dalam hati ini.
Tempoh pengenalan sebelum berkahwin itu penting untuk melihat keserasian. Namun berkenalan selepas kahwin itulah terlebih indah serta manis. Setiap saat akan ditunggu demi mempelajari sifat baru pasangan kita.
Jagalah gentlemannya anda dengan tidak bertanya direct pada akhwat. Jangan malu untuk meminta bantuan orang tengah. Anda akan dihormati dan dikagumi oleh mana-mana akhwat pun. Jika mereka menolak, keegoan anda tidak terusik dan anda pasti akan dicarikan akhwat lainnya.
Untuk akhwat, keadaan diri kita berbeza. Satu ekstreme, ramai akhwat sudah meniti senja usia, menantikan pinangan ikwah yang mahu meminangnya kerana dakwah. Mungkin umur sudah beranjak, muka sendiri tak berapa comel. Sangat tangkas pula tu dalam dakwah menyebabkan ikhwah sedikit kecut untuk meminang. kita jelas dalam memilih ikhwah sebagai pasangan hidup kita kerana kita mahukan ketenangan hati dan kestabatan di atas jalan dakwah. Namun bagi ikhwah, keadaan mereka berbeza pula.
Jika ada orang soleh meminangmu, jangan menolak dahulu sebelum bersyura dengan orang yang bertanggungjawab ke atasmu (ini jika pinangan itu direct padamu). Walaupun cara itu salah dan tidak menghormati statusmu sebagai akhawat (rakan perempuan), namun di situ ada nilai ukhuwah yang perlu kita santuni pada ikhwah. Ada tarbiyah yang perlu kita ajarkan pada ikhwah dengan cara yang mudah dia terima tanpa merendahkan egonya.
Dahulu pernah ikhwah mengatakan akhwat kita ibarat warden penjara. Mereka tak tahu kita bertindak sedemikian kerana kita amat menjaga hati kita dengan Allah. Kita tahu kelembutan kita mesti mencairkan hati para ikhwah. Kerana itu kita tak mahu menjadi bahan fitnah.
Namun seluruh fikrah ini mengajarkan kita untuk berlemah lembut dengan manusia dan juga sentiasa mengajari manusia yang silap dengan cara yang terbaik. Maka bersyuralah. itu kuncinya.
Dan nak tahu something? Jika antunna sendiri berkenan untuk berkahwin dengan seorang ikhwah, jangan segan untuk bertanya naqibahmu. Itu bukan perigi mencari timba. itu usaha untuk menyelamatkan hatimu. Bila adanya orang tengah, takkan terasa segan dan malu. Orang tengah akan memainkan peranannya, walaupun prosesnya lambat.
Tidak semua yang melalui BM ini perfect.
Sepertimana orang yang kahwin selepas couple pun ada masalahnya, ada yang bercerai even. Begitu juga dengan BM. BM ini wasilah untuk kita dapat redha Allah, tapi kita pasti diuji. Fasa pengenalan pada awalnya sukar bagi dua insan yang langsung tidak pernah bercakap dan bertentang mata pun, namun disebalik itu ada kemanisan yang amat sukar diungkapkan.
Ianya amat manis, subhanalllah.
Tetapkan matlamatmu. Biar jelas. Biar terang.
Itulah dia kerana dakwah dahulu. Kerana Allah dan rasulNya dahulu.
Tak semua ikhwah perfect dan tak semua akhwat perfect. Carilah kesempurnaan itu betul-betul pada dakwah, baru yang lainnya. Allah akan cukupkan keperluanmu akhi wa ukhti, jika kamu memilih Allah sebelum yang lainnya insyaallah.
Jadilah moderate dalam prosesnya
Alhamdulillah, jika proses BM itu dimudahkan Allah. Berimbanglah. Berbincang itu perlu untuk menetapkan perkara-perkara yang penting di dalam kehidupan rumah tangga. tapi di situ jangan terlalu bermudah-mudahan dan menganggap bahawa tunangan kita itu milik kita dan kita boleh menyintai dia sesuka hati kita. Bila Allah sebagai sandaran, segalanya kelihatan dan dirasai rasional.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...